Monday, October 18, 2010

What is Nata de Coco?




Nata de coco is a chewy, translucent, jelly-like food product produced by the bacterial fermentation of coconut water. Nata de coco is most commonly sweetened as a candy or dessert, and can accompany many things including pickles, drinks, ice cream, puddings and fruit mixes.

“Nata de coco” comes from Spanish “Cream of Coconut”. Cream in this sense means the fat from the coconut milk.

Nata de coco is highly regarded for its high dietary fiber, and its zero fat and cholesterol content. No preservatives or other chemicals are added to Nata de coco. The nutritional values of coconut products vary according to the different stages of development. The mature coconut is a good source of iron and potassium. Approximately 86% of the calories in coconuts are from fat, most of which is saturated fat.

The primarily coconut water dessert is produced through a series of steps ranging from water extraction, mixing, fermentation, separating, cleaning, cutting to packaging.

Nutrients Unit Thai RDI* Composition of coconut products
N (c) 2 (11) 3
Ash 0.5 g 88.5
Moisture (Water) 84.4 g 45
Energy 61 kcal (255 kJ) 2.0
Protein 50 g** 0.7
Fat 65 g** 7.6
Total available carbohydrates include FIBTG 300 g** -
Dietary 25 g 1.2
Calcium (Ca) Milligram 800 58
Phosphorus (P) 800 mg 53
Iron (Fe) 15 mg -
Sodium (Na) 2400 mg -
Potassium (K) 3500 mg -
Copper (Cu) 2 mg -
Zinc (Zn) 15 mg -
Vitamin A (Retinol) 0 µg
β-Carotene 2031 µg
Total vitamin A (Retinol- Equivalent, RE) 800 µg 339
Vitamin B1 (ThiA) 1.5 mg -
Vitamin B2 (Ribf) 1.7 mg -
Niacin 20 mg** -
Vitamin C 60 mg -
* Percentage of the recommended daily intake in Thailand is based upon a 2,000 kcal (8.37 MJ) diet.
** % Energy distribution from protein, total fat and carbohydrate = 10:30:60, total saturated

fat = 10% of total energy. Source: Thai Food Composition Tables (1999), Institute of Nutrition, Mahidol University (INMU).

Nata de coco Cocok untuk Diet

Daya tarik nata de coco terletak pada warnanya yang bening, teksturnya yang kenyal, dan rasanya yang sangat khas. Oleh karena itu, campuran nata di dalam berbagai minuman dingin sangat digemari oleh masyarakat luas. Terutama di daerah-daerah tropis, seperti di Tanah Air.

Penggunaan yang paling populer adalah sebagai dessert. Nata de coco juga dapat dinikmati sebagai campuran es buah, kolak, puding, es krim, koktail buah, manisan, atau dimakan begitu saja.

Dilihat dari sudut gizinya, nata tidak berarti apa-apa karena produk ini sangat miskin zat gizi. Kandungan gizi nata yang dihidangkan dengan sirup adalah sebagai berikut: 67,7 persen air, 0,2 persen lemak, 12 mg kalsium, 5 mg zat besi, 2 mg fosfor, sedikit vitamin B1, sedikit protein, serta hanya 0,01 mikrogram riboflavin per 100 gramnya.

Beberapa tindakan fortifikasi dengan vitamin (niasin, riboflavin, vitamin B1, dan vitamin C) dan mineral (kalsium dan fosfor), telah dilakukan untuk meningkatkan nilai gizinya. Bahan-bahan tambahan ini stabil pada suhu kamar selama 11 bulan atau lebih. Untuk meningkatkan daya terima konsumen, nata de coco sering ditambah dengan ekstrak flavor atau esens, seperti: almond, pisang, jeruk, stroberi, vanila, dan lain-lain.

Karena kandungan gizi (khususnya energi) yang sangat rendah, produk ini aman untuk dimakan oleh siapa saja. Produk ini tidak akan menyebabkan gemuk, sehingga sangat dianjurkan bagi mereka yang sedang diet rendah kalori untuk menurunkan berat badan. Keunggulan lain dari nata de coco adalah kandungan serat (dietary fiber)-nya yang cukup tinggi, terutama selulosa.

Tanpa adanya serat dalam makanan, kita akan mudah mengalami gejala sembelit atau konstipasi (susah buang air besar), wasir, penyakit divertikulosis, kanker usus besar, radang apendiks, kencing manis, jantung koroner, dan kegemukan (obesitas). Dengan adanya serat dari nata de coco atau bahan pangan lainnya, proses buang air besar menjadi teratur dan berbagai penyakit tersebut dapat dihindari.

Walaupun nata de coco rendah kandungan gizinya, cara mengonsumsi yang salah dapat menyebabkan kita menjadi gemuk. Proses menjadi gemuk tersebut tidak disebabkan oleh nata de coco itu sendiri. Penyebabnya adalah sirup yang terlalu manis atau bahan pencampur lainnya.
Oleh karena itu, hindari mengonsumsi nata de coco dengan campuran sirup yang terlalu manis atau bahan-bahan lain yang kaya kalori.

Nata de coco biasanya dijual dalam kemasan botol, kaleng, atau kantong plastik dengan menggunakan larutan gula sebagai media perendam. Tujuan penggunaan larutan gula ini adalah untuk mengawetkan nata de coco selama penyimpanan.

Bila kita ingin memakan nata de coco, sirup perendam tersebut sebaiknya kita buang agar nata tidak menjadi terlalu manis. Untuk lebih mengurangi kadar gula, sebaiknya nata de coco direndam terlebih dahulu di dalam air beberapa saat sebelum dikonsumsi.